Materi 2 - Bisnis dan Etika dalam Dunia Modern

Nama   : Juliana Fitria
NIM      : 01221079

Kelas    : A-01

Matkul : Etika Bisnis

Gambaran Umum Tentang Profesi Bisnis, Tanggung Jawab Moral dan Sosial, Beserta Contohnya

1. HAKIKAT BISNIS

Bisnis adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh perorangan maupun organisasi ditengah tengah masyarakat yang melibatkan aktivitas produksi, penjualan, pembelian, maupun pertukaran barang atau jasa, dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan atau laba. Menurut Bertens (2000:13) bisnis sebagai kegiatan sosial pada hakikatnya dapat dipandang dari tiga sudut yang berbeda yaitu :

1. Sudut Pandang Ekonomi

Bisnis adalah salah satu kegiatan ekonomis. Yang terjadi dalam kegiatan ini adalah tukar-menukar, memproduksi-memasarkan, bekerja-memperkerjakan, dan interaksi manusia lainnya dengan maksud memperoleh untung. Dipandang dari sudut ekonomis good business atau bisnis yang baik adalah bisnis yang banyak membawa untung.

2. Sudut Pandang Moral

Good business bukan saja hanya memberikan keuntungan, namun juga bisnis yang baik secara moral. Mengejar keuntungan dalam bisnis, namun dalam tidak sampai merugikan pihak lain.

3. Sudut Pandang Hukum

Bisnis juga terkait dengan hukum (hukum dagang). Bisnis yang baik harus mematuhi ketentuan hukum yang berlaku.

2. KARAKTERISTIK PROFESI BISNIS

Profesionalisme menjadi keharusan dalam bisnis. Menurut keraf (dalam Rindjin, 2004:63) suatu profesi yang diperlukan dan dihargai mempunyai karakteristik sebagai berikut :
1. Memiliki pengetahuan, keahlian, dan keterampilan khusus yang ia peroleh melalui pendidikan, pelatihan, dan pengalaman yang membentuk profesinya yaitu Bisnis.
2. Terdapat kaidah dan standar moral
3. Memiliki izin khusus atau lisensi untuk bisa menjalankan suatu profesi.
4. Memberikan pelayanan pada masyarakat.

3. PERGESERAN PARADIGMA DARI PENDEKATAN STOCKHOLDER KE PENDEKATAN STAKEHOLDER

Shareholders atau Stockholders paradigma merupakan sebuah paradigma dimana Chief
Executive Officer (CEO) berorientasi pada kepentingan pemegang saham. Paradigma stockholders mengalami pergeseran karena pada kenyataannya manajemen dihadapkan pada banyak kepentingan yang pengaruhnya perlu diperhitungkan secara seksama. Pihak berkepentingan (stakeholders) adalah individu atau kelompok yang dapat dipengaruhi atau mempengaruhi tindakan, keputusan, kebijakan, praktek, dan tujuan organisasi bisnis.
Pendekatan stakeholders terutama memetakan hubungan hubungan yang terjalin kedalam kegiatan bisnis pada umumnya. Stakeholders dapat dibagi kedalam dua kelompok, yaitu:
1. Kelompok Primer
Kelompok primer terdiri dari pemilik modal atau saham (stockholders), kreditur. pegawai, pemasok, konsumen, penyalur, pesaing atau rekanan. Perusahaan harus menjalin relasi bisnis yang baik dan etis dengan kelompok tersebut, seperti jujur dan bertanggung jawab dalam penawaran barang dan jasa, bersikap adil terhadap mereka, dan saling memahami satu sama lain.
2. Kelompok Sekunder
Kelompok sekunder terdiri dari pemerintah setempat, pemerintah asing, kelompok sosial, media massa, kelompok pendukung, masyarakat pada umumnya dan masyarakat setempat.
Jika ingin berhasil dan bertahan dalam bisnisnya, maka perusahaan harus pandai menangani dan memperhatikan kepentingan kedua kelompok stakeholders tersebut secara berimbang.

4. TANGGUNG JAWAB MORAL DAN SOSIAL BISNIS

1. Tanggung Jawab Moral Bisnis

Paling sedikit ada tiga syarat penting bagi tanggung jawab moral:
• Tanggung jawab mengandaikan bahwa suatu tindakan dilakukan dengan sadar dan tahu.
• Tanggung jawab juga mengandalkan adanya kebebasan pada tempat pertama. Artinya, tanggung jawab hanya mungkin relevan dan dituntut dari seseorang atas tindakannya, jika tindakannya itu dilakukannya secara bebas (tidak terpaksa atau dipaksa).
• Tanggung jawab juga mensyaratkan bahwa orang yang melakukan tindakan tertentu memang mau melakukan tindakan itu. Berlaku prinsip yang disebut the principle of alternate possibilities. Artinya, hanya kalau masih ada alternatif baginya untuk bertindak secara lain, yang tidak lain berarti ia tidak dalam keadaan terpaksa melakukan tindakan itu.

2. Tanggung Jawab Sosial Bisnis

Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) adalah suatu konsep bahwa organisasi, khususnya (namun bukan hanya) perusahaan adalah memiliki suatu tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan. Intinya, CSR adalah operasi bisnis yang berkomitmen tidak hanya untuk meningkatkan keuntungan perusahaan secara finansial, tetapi untuk pembangunan sosial-ekonomi kawasan secara holistik, melembaga, dan berkelanjutan.

Contoh Bisnis Dengan Tanggung Jawab Moral dan Sosial

• Contoh tanggung jawab moral yaitu dimana dalam perusahaan tersebut menjalankan semua kegiatan dan usaha dalam mencapai target nya dengan keadaan sadar, tidak terpaksa dan menggugah kesadaran moral para pelaku bisnis demi nilai-nilai luhur tertentu (kejujuran, tanggungjawab, pelayanan, hak kepentingan orang lain dan sebagainya).
• Contoh tanggung jawab sosial dengan pemberian amal dan upaya sukarela kepada karyawan, perubahan kebijakan perusahaan dalam upaya meningkatkan atau memberi manfaat bagi lingkungan dengan mengadakan acara penanaman pohon, meminimalkan limbah kertas, beralih ke lampu hemat energi, dan kegiatan lainnya, serta meningkatkan kebijakan tenaga kerja dan merangkul perdagangan yang adil.

Komentar